Beke000's Blog

Get Your Information


1 Comment

Sejarah PLN


 

PLNpusat03

Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri.

Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan-perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang,setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.

Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW.

Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.

Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.

Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.

 

 

Advertisements


Leave a comment

Dampak Negatif Sinyal Wi-Fi Terhadap Tubuh Kita


Wi-fi (wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin populer terutama di negara-negara maju dan berkembang. Dengan wi-fi orang bisa masuk ke jaringan internet tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer ke line telepon.

Memang enak ya kalau kitaberada di lungkungan yang ada wi-fi nya(seperti sekolah saya). Tapi selidik punya selidik siyal wi-fi berpengaruh juga terhadap tubuh kita. Mau tahu?

http://www.artikelbebasku.co.cc/

Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan?

Ketakutan akan dampak buruk wi-fi terhadap kesehatan ini dimentahkan ilmuwan Inggris. Seperti yang diungkapkan Sir William Stewart, ketua Health Protection Agency, mengatakan pada BBC Programme Panorama, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan teknologi wi-fi. Tak ada bukti pasti yang menyebutkan, perangkat seperti ponsel dan wi-fi menyebabkan kesehatan terganggu.

Hal senada juga diungkapkan Professor Lawrie Challis, dari Nottingham University. Dalam pernyataannya pada BBC, Senin (21/05), Prof Challis, yang menjabat sebagai ketua Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR) menyebutkan: “Radiasi elektro magnetik dari Wi-fi sangat kecil, pemancarnya juga berkekuatan rendah, selain itu masih ada jarak dengan tubuh.

“Bisa jadi radiasi elektro magnetik sangat dekat dengan tubuh, ketika kita memangku laptop, namun dalam pengamaatan saya setiap orang tua akan meminta anak mereka untuk tidak terlalu sering menggunakan ponsel mereka dan selalu meminta mereka untuk menaruh laptop di atas meja, bukan di pangkuan, jika mereka berinternet terlalu lama.”

Untuk mendukung pernyataan ini, tim Panorama BBC mengunjungi sebuah sekolah di Norwich, yang memiliki seribu siswa, dan mencoba membandingkan tingkat radiasi dari ponsel dan penggunaan wi-fi di dalam kelas. Hasilnya menunjukkan radiasi wi-fi di ruang kelas tiga kali lebih besar dibanding pancaran yang dikeluarkan ponsel.

Namun ahli kesehatan psikis Professor Malcolm Sperrin mengatakan sinyal wi-fi yang lebih besar tiga kali lipat dibanding radiasi ponsel di suatu sekolah masih belum relevan, karena belum ditemukan pengaruhnya terhadap kesehatan.

“Wi-fi adalah teknologi yang menggunakan gelombang radio elektro magnetik rendah, yang sebanding dengan oven microwave, bahkan 100 ribu kali lebih rendah dari microwave.”

Tipe radiasi yang dipancarkan gelombang radio (wi-fi), microwaves, dan ponsel telah menunjukkan kenaikan level temperatur jaringan yang sangat tinggi, yang biasa disebut thermal interaction, namun masih belum ada bukti level tersebut menyebabkan kerusakan.

Health Protection Agency menyebutkan duduk di ruangan yang memiliki hotspot selama setahun sebanding dengan gelombang radio yang dipancarkan saat bercakap-cakap dengan ponsel selama dua puluh menit.

“Gelombang radio sudah menjadi bagian dari kehidupan kita selama hampir seabad atau lebih, namun jika ada gangguan yang signifikan terhadap kesehatan, pasti ada kajian yang akan mencatatnya, dan selama ini berbagai studi masih belum menemukan bukti transmisi wi-fi bagi kesehatan.

Hal senada juga didukung Professor Will J Stewart, rekan dari Royal Academy of Engineering, yang mengatakan: “Ilmu pengetahunan telah mempelajari pengaruh ponsel bagi kesehatan selama bertahun-tahun dan kekhawatiran akan dampak radiasi ponsel masih sangat kecil.

“Begitu juga dengan wi-fi, jika digunakan dalam batas yang wajar tak akan ada pengaruhnya bagi kesehatan dalam waktu yang lama. Namun bukan berarti semua radiasi elektro magnetik tak berbahaya, misalnya sinar matahari yang terbukti menyebabkan kanker kulit, jadi jika Anda menggunakan laptop saat berjemur di pantai, ada baiknya mencari tempat yang teduh,” tambah Sperrin yang mengatakan sampai saat masih belum ada banyak bukti yang cukup berarrti akan dampak negatif wi-fi.

Namun yang lebih dikhawatirkan Sperrin bukan pada gelombang wi-fi, namun pada perilaku dalam penggunaan laptop, dan panas yang dihasilkan laptop pada beberapa bagian sensitif pada tubuh, yang berdampak pada kesehatan.


Leave a comment

Kostum Pemain Bola Inggris Seharga £49 Dibuat oleh Buruh Tangerang Bergaji £2 Sehari


Red Gear Kostum yang dipakai oleh pemain bintang sepak bola Inggris bergaji jutaan dolar dan ribuan penggemar ternyata dibuat oleh buruh dengan gaji hanya £2 sehari yang berlokasi di pabrik tekstil di Tangerang.

Menurut investigasi yang dilakukan oleh “News of the World”, kostum dengan merk Umbro yang dibuat di pabrik dengan penjagaan ketat ini berisi lebih dari 2000 pekerja miskin yang bekerja selama 12 jam sehari untuk membuat kostum canggih yang kemudian dijual oleh FA (PSSI-nya Inggris) dengan harga £49 untuk satu kostumnya.

Salah seorang pekerja mengatakan, ” Kami semua bekerja dengan jam lembur maksimum karena gaji pokok tidak cukup untuk kebutuhan hidup keluarga kami. Pekerjaannya sangat berat dan gaji tidak cukup tetapi pekerjaan lain saat ini sulit didapat.” Para penjaga mengawasi pekerja dan mereka diperintahkan untuk memecat pekerja yang ketahuan sedang mengobrol atau mengambil gambar kondisi pekerjaan menggunakan handphone.

Mereka bekerja di pabrik yang terdapat mesin-mesin panas dengan tanpa penyejuk udara. Suhu udara dapat mencapai 30 derajat Celcius. Tiap pekerja mendapatkan gaji pokok sebesar 1,05 juta rupiah sebulan dengan jam kerja dari pukul 8 pagi hingga pukul 6 malam, lima hari seminggu. Kebanyakan dari pekerja terpaksa lembur untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anak mereka.

Sekedar catatan, kostum tersebut didesain oleh desainer terkenal Charlie Allen untuk membuat kostum dengan tampilan baru yang terinspirasi oleh kostum Inggris yang dipakai pada babak perempat final Piala Dunia 1966 ketika Inggris menang melawan Argentina. Pihak FA dan Umbro dengan bangga memperkenalkan kostum tersebut pada bulan Maret dan dipakai saat Inggris menang 6-0 melawan Andorra di Wembley.

Dan sekedar catatan juga bahwa dengan uang gaji £135.000 per minggu kapten Inggris John Terry dapat membayar gaji para pekerja tersebut untuk lebih dari satu bulan.

Juru bicara FA mengatakan, “FA tidak memiliki keterlibatan mengenai proses pembuatan kostum tim nasional Inggris.”


Leave a comment

Komunitas Pemilik Otak Encer


PDF Cetak Email
ADA sejumlah komunitas orang genius di dunia. Syarat untuk masuk ke kelompok ini pun beragam. Sejumlah ujian pun harus dilakukan agar bisa masuk dalam kelompok manusia berotak brilian ini.
Ada banyak komunitas orang dengan angka intelligence quotient (IQ) tinggi. Biasanya komunitas ini memiliki anggota yang dibatasi pada standar angka IQ tertentu. Mulai pada angka 1% teratas dari populasi, 2%, 5%, atau bahkan hanya 0,001%. Salah satu komunitas paling tua dan sangat terkenal adalah Mensa Internasional yang didirikan sejak 1946. Mensa Internasional yang berkantor pusat di Inggris didirikan Roland Berril dan Dr Lancelot Ware.

Komunitas ini memberlakukan syarat bagi orang yang ingin menjadi anggota, yakni harus memiliki nilai IQ 2% teratas dari populasi. Di Indonesia, organisasi ini terbentuk sejak 1988. Mensa Internasional hingga kini sudah memiliki anggota lebih dari 100.000 orang di lebih dari 100 negara di dunia. Selain Mensa, komunitas orang-orang dengan IQ tinggi di antaranya Intertel yang didirikan Ralph Haines pada 1966.

Sebagaimana dalam situs resminya, dijelaskan sejak berdiri hingga saat ini Intertel memiliki 1.200 anggota yang tersebar di 30 negara. Intertel merupakan komunitas orang-orang dengan IQ 1% teratas dari populasi. Kemudian ada pula komunitas The International Society for Philosophical Enquiry (ISPE) yang didirikan Dr Christopher Harding pada 1974. Ini merupakan komunitas global untuk bidang ilmuwan dan filsafat yang didedikasikan pada penelitian dan kontribusi lain.

Yang bergabung dalam anggota komunitas ini adalah orang-orang dengan IQ 0,1% teratas dari populasi. Pada 1981, Guinness Book of World Records mencatat bahwa ISPE memiliki 239 anggota di mana semua anggota memiliki IQ minimal 160, tidak seorang pun yang berada di bawah angka 148, dan beberapa di antaranya di atas 183. Pada April 2006 keanggotaan semakin berkembang menjadi 583 anggota di 29 negara meskipun mayoritasnya (81,65%) tinggal di Amerika Serikat (AS).

Kemudian ada pula komunitas Prometheus Society and Mega-Society yang didirikan Dr Ronald K Hoeflin pada 1982. Prometheus Society merupakan komunitas orang-orang dengan IQ tinggi yang hampir mirip Mensa, tapi sedikit lebih ketat. Tes masuknya didesain untuk mendapatkan 1 dari 30.000 orang dari populasi, sedangkan Mensa ukurannya 1 dari 50 orang.

Anggota komunitas berasal dari beragam profesi mulai dari pimpinan perusahaan (CEO) di firma teknologi tinggi, profesor matematika, pemrogram komputer, doktor fisika, pegawai militer hingga tukang cuci pakaian dan pegawai NASA. Adapun Mega-Society yang juga didirikan pada 1982 lebih ketat lagi, yakni hanya 1 dari 1 juta orang yang diterima menjadi anggota. Artinya persentase penilaian keanggotaan adalah orang dengan nilai IQ 0,0001% teratas dari populasi.

Secara terperinci, komunitas-komunitas orang cerdas ini di antaranya berupa penilaian 5% teratas dari populasi, yakni 1 dari 20 orang dengan IQ minimal 124 dan 126. Beberapa komunitas yang masuk kategori ini di antaranya, AtlantIQ Society, International High IQ Society, dan omIQami Society. Kemudian komunitas dengan IQ 3% teratas dari populasi atau 1 dari 33 orang dengan IQ minimal 128 atau 130 di antaranya Alta Capacidad Hispana dan Deepbrain Society.

Lalu, komunitas orang cerdas dengan persentase IQ 2% teratas dari populasi dengan IQ minimal 130 atau 132 di antaranya AtheistIQ, BPIQ Society, Encefálica Society, Greatest Minds, High Potentials Society, Ingenium High IQ Society, IQual Society, Mensa International, Mysterium Society, dan Sigma Society. Kemudian komunitas dengan persentase nilai IQ 1% teratas dari populasi atau 1 dari 100 orang dengan IQ minimal 135 atau 137 di antaranya Chorium, El Ateneo Society, Intertel, The Mind Society, Top One Percent Society, dan UNIQ Society.

Beberapa komunitas memberlakukan mekanisme lebih ketat mulai nilai IQ hanya 0,5% teratas dari populasi hingga 0,00003% teratas dari populasi. Di antaranya untuk 0,5% teratas dari populasi adalah sama dengan 1 dari 200 orang dengan IQ minimal 139 dan 141, yakni Colloquy, Genius Society, dan Poetic Genius Society. Adapun komunitas dengan presentasi nilai IQ 0,37% teratas dari populasi atau setara dengan 1 dari 270 orang dengan nilai IQ minimal 140 dan 143 di antaranya HispanIQ International Society dan Infinity International Society.

Komunitas dengan presentasi IQ 0,3% teratas dari populasi setara dengan 3 dari 1.000 orang dengan nilai IQ minimal 141 dan 144 adalah Cerebrals Society. Adapun komunitas dengan presentasi nilai IQ 0,2% teratas dari populasi atau setara dengan 1 dari 500 orang dengan IQ minimal 143 dan 146 adalah ePiq Society dan Neurocubo. Orang-orang dengan nilai IQ 0,13% teratas dari populasi atau setara dengan 13 dari 10.000 orang dengan nilai IQ minimal 145 dan 148 bergabung dengan komunitas Artistic Minds Society dan CIVIQ Society.

Komunitas dengan nilai IQ anggota 0,1% teratas dari populasi atau setara dengan 1 dari 1.000 orang dengan nilai IQ minimal 146 dan 149 di antaranya, Glia Society, International High IQ Society Milenija, International Society for Philosophical Enquiry, IQuadrivium Society, LOGIQ Society, One-in-a-Thousand Society, dan Triple Nine Society. Komunitas dengan nilai IQ 0,09% atau setara 9 dari 10.000 orang dengan nilai IQ minimal 147 dan 150 adalah komunitas Ludomind Society.

Orang-orang dengan presentasi IQ 0,07% teratas dari populasi atau setara dengan 7 dari 10.000 orang dengan nilai IQ148 dan 151 tergabung dalam komunitas ISISociety. Nilai IQ 0,06% teratas dari populasi atau setara dengan 3 dari 5.000 orang dengan nilai IQ minimal 149 dan 152 berada dalam wadah komunitas Epida. Sedang sPIqr adalah komunitas bagi orang dengan nilai IQ 0,02% teratas dari populasi atau setara dengan 1 dari 5.000 orang dengan nilai IQ minimal 153 dan 157.

Nilai IQ 0,009% teratas dari populasi atau setara dengan 9 dari 100.000 orang dengan nilai IQ 156 dan 160 menjadi syarat bagi orang yang ingin bergabung dengan komunitas Coeus, Hall Of The Ancients, dan Vertex. Komunitas yang mensyaratkan nilai IQ 0,003% teratas dari populasi atau setara dengan 3 dari 100.000 orang dengan IQ 160 dan 164 diantaranya Epimetheus Society, ERGO Society, HELLIQ Society, Prometheus Society, dan Tetra Society.

Jika Anda adalah seorang paling cerdas diantara 100.000 orang atau dengan presentasi 0.001% teratas dari populasi dengan nilai IQ minimal 164 dan 168 bisa bergabung di komunitas The Ultranet. Lebih ketat lagi adalah komunitas dengan presentasi nilai IQ 0,0001% teratas dari populasi atau setara dengan 1 dari 1 juta orang dengan nilai minimal 172 dan 176 adalah diantaranya komunitas GenerIQ Society, Incognia, Mega Society, Omega Society, dan Pi Society.

Terakhir adalah yang paling ketat dengan presentasi 0.00003% atau setara dengan 1 dari 3,5 juta orang dengan nilai IQ minimal 175 dan 180. Komunitas orang-orang ber IQ tinggi biasanya menyediakan tes IQ sendiri yang dikoordinasikan oleh komunitas masing-masing. Selain itu mereka juga menerima tes IQ lain yang sudah terstandarisasi untuk dikonversi menjadi nilai mereka. Beberapa kriteria tes IQ biasanya berbentuk nomor, spasial, verbal, dan lainnya.

Kecuali menggunakan bahasa sebagai materi tes yang bertujuan untuk meminimalkan terjadinya deviasi dalam penilaian, Sebab bahasa sangat terkait dengan latar belakang di mana seseorang tinggal sehingga materi tes dalam bentuk angka dan gambar dianggap lebih universal dan dipahami banyak orang di dunia. Artinya standar tes yang dilakukan di satu negara tidak berbeda dengan di negara lain dengan kemungkinan meraih nilai IQ yang sama tidak dibatasi latar belakang budaya, geografi, atau faktor penghambat lain.


Leave a comment

Kisah Hidup Mama Lauren, Sang Peramal Kondang


Banyak orang tua melarang anaknya bermain bersamanya. Bahkan, mereka menyebut Lauren kecil terkena kutukan.
Suasana pantai sangat lengang. Hanya terdengar embusan angin sepoi-sepoi menerpa tubuh.
Jiwa raga saya menyatu dengan alam. Hening, terasa damai. Hanya dalam hitungan detik, kedamaian yang saya rasakan itu tiba-tiba hancur berantakan, berhamburan. Sebuah bola api berwarna merah menyala muncul dari laut mendekati saya. Saya diam terpaku, mematung, tak sanggup lari. Di depan mata saya, bola api itu lantas meledak dengan dahsyat! Banyak sekali mayat di sekitar saya! Oh, Tuhan. akan ada bom… Bali
Seperti itulah penglihatan (vision) yang muncul dalam pikiran saya. Prosesnya sulit diduga, datang begitu saja. Begitu tiba-tiba, saat saya sedang melakukan meditasi di Pantai Kuta. Entah kenapa, saya dilanda perasaan yang begitu kuat bahwa akan ada sesuatu yang dahsyat menimpa Pulau Dewata.
Empat hari setelah saya pulang ke Jakarta, terdengar berita menggemparkan itu. Sayangnya, tak banyak yang percaya ketika sebelumnya saya sempat memberi pernyataan melalui sebuah stasiun televisi di sana agar semua pihak berhati-hati. Mereka malah mengatakan, sebagai Pulau Dewata, Bali dilindungi banyak dewa-dewi. Jadi, tak usah cemas.
Ya, wajar saja jika tak semua orang bisa menerima dan memahami vision saya itu. Bahkan, sejak kecil saya sudah tak asing lagi dengan perlakuan serta pandangan curiga orang-orang di sekitar. Banyak orang tua yang melarang anaknya berteman dengan saya. Mereka menganggap saya gadis kecil yang aneh. Ada juga yang tega mengatakan bahwa saya terkena kutukan, bahkan menjuluki saya “nenek sihir yang naik sapu terbang”!
Padahal, apa yang harus saya lakukan? Menampiknya pun saya tak bisa. Karena, saat kejadian-kejadian aneh itu berlangsung, saya sendiri masih terlampau kecil untuk mengerti. Saya tidak menyadari bahwa sesungguhnya saya memiliki “bakat” untuk melihat masa depan, yang di kemudian hari sering disebut sebagai kekuatan supranatural.
Gadis Sebatang Kara di Tengah Perang
Lahir di Negeri Kincir Angin, di sebuah kota kecil Eindhoven, 23 Januari 1932, kisah hidup saya sedari kecil mungkin terdengar menyedihkan. Maklum saja, di usia tiga bulan saya sudah ditinggal Mama untuk selama-lamanya. Anna Breche, itu nama lengkap ibu saya. Sayangnya, saya tak sempat mengenal sosok beliau. Ayah yang saya panggil papa berasal dari Belgia, Lau Van Hooff, seorang arsitek. Karena tuntutan pekerjaannya, ia memboyong keluarganya ke Belanda.
Tapi, saya juga tak lama merasakan kasih sayang ayah. Sejak Mama meninggal, Papa mengajak saya kembali ke Belgia, lalu beliau menikah lagi dengan adik ibu saya. Mereka memberi saya seorang adik perempuan yang usianya hanya berbeda tiga tahun dari saya. Sementara, dari perkimpoian pertamanya (sebelum dengan ibu saya), Papa juga memberikan tiga orang kakak tiri. Saya tak begitu dekat mengenal mereka.
Hmm, agak rumit memang “pohon keluarga” saya. Namun, saya tak pernah menyadarinya sampai suatu ketika Papa meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Sejak itu, secara resmi saya memang tinggal bersama “ibu kedua” (yang juga bibi saya) dan Ria, adik tiri saya. Namun, boleh dibilang, Opa dan Oma-lah yang mengasuh saya sejak kecil. Opa berdarah Persia-Prancis, sementara Oma berdarah Spanyol.
Setelah berusia 6 tahun, saya baru mengetahui bahwa orang-orang yang biasa saya panggil Opa dan Oma tersebut bukanlah kakek dan nenek kandung saya. Nenek buyut saya, Antoineta (yang juga tinggal bersama kami dan paling berperan penting dalam kehidupan masa kecil saya), menceritakan semuanya secara terus terang.
Akibatnya, dalam usia yang sangat dini, saya sudah berpikir keras tentang makna hidup ini. Nenek Antoineta-lah yang dengan sabar mengajari saya agar menjalani hidup apa adanya. Menerima dengan lapang dada segala keadaan. Belajar untuk tidak cepat putus asa dan sakit hati. Apalagi menyakiti sesama ciptaan-Nya.
Dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Misalnya, jangan me-mukul binatang, apalagi membunuhnya. Kalau saya memetik kembang hanya untuk dibuang sia-sia, saya kena marah! Walau dari luar saya terlihat cuek dan senang berpenampilan tomboi (karena tidak suka pakai rok dan lebih klop berteman dengan anak laki-laki), sesungguhnya saya adalah gadis kecil yang sensitif. Menyendiri, bermain di alam, dan berteman dengan hewan –burung-burung, kelinci, kucing, anjing– adalah rutinitas sehari-hari.
Saya masih ingat betul,”teman curhat” saya ketika berusia delapan tahun adalah seekor kodok hijau yang gendut. Bummel, itu nama yang saya berikan untuknya, selalu saya bawa ke tempat tidur dan menjadi teman bicara yang setia. Bertahun-tahun kami menjadi sa-habat karena Bummel adalah pendengar yang baik. Paling-paling dia hanya berkomentar, “Wak… wak… wak…,” ketika saya asyik mengoceh panjang lebar dengannya. Ha…ha…ha….
Pendek kata, saya menjelma jadi anak yang tumbuh terlalu cepat. Bukan soal fisik, tetapi lebih dalam hal pemikiran. Saya sudah memikirkan hal-hal yang sebetulnya “belum waktunya” dipikirkan oleh anak-anak seusia saya. Apalagi, waktu itu juga masa perang (awal Perang Dunia II). Semua orang tidak bisa bebas ke mana-mana. Malam hari, ketika sedang enak-enaknya tidur, terpaksa harus bangun karena alarm tanda bahaya berbunyi, dan kami semua harus masuk ke shelter (lubang perlindungan) bawah tanah.
Situasi perang juga menuntut kami harus mampu membela diri. Keadaan juga mengharuskan saya menjadi gadis pemberani dan mampu hidup mandiri. Mungkin karena itu, tanpa sadar sikap saya terbentuk menjadi keras. Apalagi, ketika saya berusia 10 tahun, Opa berpulang, dan tiga tahun kemudian, giliran Oma meninggalkan saya selamanya. Saya harus merelakan kepergian Oma Antoineta yang begitu saya cintai.
Di usia 16 tahun, saya tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Untunglah, kedisiplinan diri dan nilai-nilai yang ditanamkan Oma Antoineta sudah telanjur melekat kuat dalam diri saya, sehingga membuat saya mampu bertahan menghadapi cobaan demi cobaan.
Dialah satu-satunya orang yang mau menerima keberadaan saya apa adanya. Oma Antoineta percaya pada “keajaiban-keajaiban” yang saya lihat dan rasakan. Usia saya baru 7 tahun ketika vision itu datang, tepatnya tahun 1939, ketika Perang Dunia II belum lama pecah. Saya duduk di bangku kelas satu SD dan sedang belajar di kelas bersama teman-teman. Tiba-tiba terdengar suara bisikan di telinga saya, menyuruh saya cepat-cepat keluar dari kelas. Berulang kali suara itu terdengar, tanpa saya tahu siapa yang mengucapkannya.
Untuk sesaat saya diam dan bimbang. Tapi, akhirnya saya menyampaikan apa yang saya dengar kepada ibu guru. “Bu, kita diminta cepat berkemas dari ruangan ini. Kita harus segera pergi harus…!”
Tapi, ibu guru menganggap saya sedang mempermainkannya. Akibatnya, saya dimarahi dan diusir pulang. Saya pun keluar kelas dengan gelisah sekaligus sedih. Sedih karena dianggap mengarang cerita bohong. Sambil menangis saya pulang ke rumah. Setiba di rumah, tangis saya makin menjadi-jadi, karena Oma ikut me-marahi saya. Oma pun tidak memercayai cerita saya. Dianggapnya saya sedang berkhayal.
Hanya Oma Antoineta yang menghibur saya. Dia percaya pada semua perkataan saya, termasuk suara-suara misterius yang saya dengar. Tak lama kemudian, kami pun mendengar kabar mengenaskan; sekolah saya hancur terkena bom! Ratusan orang tewas dalam peristiwa itu!
Sejak saat itulah saya mulai menyadari bahwa diri saya berbeda. Terutama karena setelah itu masih terjadi lagi rentetan peristiwa yang sebelumnya sempat “bermain-main” di telinga dan pelupuk mata saya. Singkat kata, sebelum peristiwa-peristiwa aneh yang kerap tidak masuk akal itu benar-benar terjadi, saya sudah terlebih dulu mengetahuinya lewat “penglihatan” maupun “pendengaran”
Hal itu tidak sekadar firasat semata. Prosesnya bahkan mence-ngangkan. Misalnya saja, telinga saya tiba-tiba menangkap suara yang mengatakan, “Ada tabrakan!” Setelah mendengar suara gaib itu, hati saya biasanya jadi gundah gulana. Hati saya pun terkoyak ketika kecelakaan itu sungguh terjadi, padahal lokasinya cukup jauh dari rumah kami! Duh! Mungkin, itulah penyebab banyak orang tua keberatan anak-anaknya bermain dengan saya. Mereka takut bakal terjadi sesuatu yang mengerikan.
Pada saat-saat seperti itu, Oma Antoineta menjadi orang yang paling memahami diri saya. Tak sekadar pengganti orang tua dan teman, bagi saya beliau adalah seorang sufi yang bijaksana. Ketaatannya sebagai seorang muslimah menjadi panutan saya. Nilai-nilai filosofis tertanam lewat cara hidupnya sehari-hari. Contohnya, ketika suatu hari ia mengalami musibah perampokan, Oma Antoineta malah masih bisa bernyanyi. Saya heran dan bertanya penasaran, “Apa Oma tidak sedih?”
Jawaban beliau masih saya ingat sampai sekarang. “Aduh,” katanya, “kamu bisa bayangkan kalau saya perampoknya? Mengambil barang orang adalah dosa besar. Jadi, saya bersyukur karena bukan saya perampoknya. Mungkin, barang yang hilang itu bukan rezeki saya lagi, sudah saatnya berganti pemilik.”
Nah, dalam sekali falsafahnya, bukan? Hal-hal yang dicontohkan Oma Antoineta membuat saya mampu melihat segala sesuatu dalam hidup ini dari sudut pandang yang berbeda.

sumber http://wahw33d.blogspot.com/2010/03/kisah-hidup-mama-lauren-sang-peramal.html#ixzz0zNKmCxnv


6 Comments

Rahasia Di Balik Uang Dollar Amerika


RAHASIA MATA UANG DOLAR AMERIKA
Data ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan dengan fakta kenyataan yang terjadi di dunia ini.
Sekarang kita kembali ke tragedi 911 (September 11) dimana gedung kembar WTC di New York runtuh ditabrak oleh dua buah pesawat, dan markas pertahanan keamanan militer Amerika, Pentagon juga rusak ditabrak pesawat. Tapi benarkah begitu? Begitu mudahnya bangunan-bangunan
kokoh berkonstruksi baja itu dapat tumbang? Memang ada perhitungan teori fisika yang membuat hal itu mustahil terjadi. Tapi saya tidak akan menjelaskan hal itu saat ini. Sekarang kita bahas saja hal yang lebih tidak masuk akal daripada itu.
Amerika Serikat berdiri kurang lebih 450 tahun yang lalu. Dimana saat itu ditetapkannya pula mata uang Amerika Serikat yang berwarna hijau itu. Dan sejak 450 tahun yang lalu pula mata uang Amerika tidak pernah direvisi.
Sekarang coba kita telaah mata uang yang sejak 450 tahun yang lalu itu belum berubah bentuknya.
Dimulai dari uang 20 Dolar.
Ini uang 20 Dolar Amerika.
Sekarang kita coba lipat. (Ingat bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu)
(Kalau ada yang membawa uang 20 Dolar Amerika, boleh dicoba.)Sekarang kita coba lipat lagi. (Sekali lagi saya ingatkan bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu.)
Sekarang kita lipat lagi seperti ini. (Kita bukan sedang belajar membuat origami ya!)
Kalau sudah…sekarang lipat lagi seperti dibawah ini, dan lihat hasilnya..maksudnya lihat gambar yang dilingkari ini. Nah loh! Apakah itu??
Itu adalah gambar Pentagon setelah ditabrak pesawat. Lihat gambar gedung yang berasap itu!Kalau masih belum percaya, akan saya perjelas lagi.
Nah! Sama kan??
Untuk kali ini terbukti bahwa uang 20 Dolar Amerika menyimpan rahasia tentang konspirasi
penghancuran Pentagon. (oleh siapa? Mata uang ini kan punya Amerika sendiri??)
(Sekali lagi saya ingatkan bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu)
Cukup untuk pesan terselubung Pentagonnya. Sekarang kita ke New York dengan 20 Dolar yang
setengah kusut ini, untuk melihat ada apa di sana.
Masih di 20 Dolar Amerika yang belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu.
Sekarang kita pakai sisi lain dari uang 20 Dolar ini.
Langsung saja lipat seperti gambar di bawah ya! (Ikuti instruksi!)
Langsung saja kita lihat hasil karya lipatan kita…Nah loh! Kok begini???
Sepertinya saya kenal gedung itu!
Ya, benar sekali…itu adalah gedung kembar WTC New York yang sekarang tinggal kenangan itu.
Masih belum percaya?? Lihat ini!
(Ingat bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu)
Bagian sebelah kiri ditabrak oleh Flight 175 dari United Airlines yang meluncur dari sebelah kanan
gedung. Sementara bagian sebelah kanan ditabrak oleh Flight 11 yang dimiliki American Airlines
yang meluncur dari sebelah kiri. Lihat tulisan di kanan dan di kiri uang, yang lengkapnya adalah
The United State of America. (Lho? Memangnya 450 tahun yang lalu kedua perusahaan
penerbangan itu sudah ada? Jawabannya, tentu saja belum. Bahkan ke 2 gedung itu -pentagon
dan WTC- bahkan belum dibangun.)
Sekarang kita bahas bagian yang paling aneh dari 20 Dolar kita ini.
Lihat baik-baik gambar ini!
Nah loh! Sudahkan 450 tahun yang lalu OSAMA BIN LADEN lahir??
(Jangankan OSAMA, Buyutnya Kakek Buyutnya saja belum lahir.)
Untuk rahasia dibalik 20 Dolar ini, bisa ditemukannya dari kode :
911 (September 11) >> 9 + 11 = 20
Jadinya 20 Dolar!
Cukup untuk 20 Dolar, karena sudah kusut kita lipat-lipat sekarang kita tukarkan uangnya dengan
sebuah 5 Dolar dan sebuah 10 Dolar. Lihat ini!

Dalam 5 Dolar Amerika yang belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu juga terdapat
rahasia penghancuran WTC New York.
Sekarang kita lihat uang 10 Dolar kita!
Gedung pertama WTC yang sudah berasap.
Belum puas?? Lagi??
Sekarang kita pinjam uang 50 Dolar dari tetangga saya.
Ini WTC saat bangunannya runtuh.
Mau lagi?? Kita pinjam lagi 100 Dolar sama tetangga saya yang tadi.
Lho?? Apa ini??
Ini asap gambar asap dari WTC yang telah runtuh.
Detail sekali mereka membuat pesan terselubung ini!
Sampai-sampai gambar asapnya saja tidak lupa dibuat.
Sudah cukup melipat-lipatnya, kalau terlalu kusut nilai dolar yang kita punya jatuh.
Tahukah kamu siapa yang membuat pesan terselubung ini???
Jawabannya ada di uang 1 Dolar! (Lagi-lagi uang!)
Lihat ini!!

Coba lihat 2 lambang yang ada di dalam 2 lingkaran itu!!
Nah loh!!! Ini lambang ILLUMINATI, yaitu organisasi super rahasia milik YAHUDI.
Lihat lambang MATA HORUS dan TULISAN “NOVUS ORDO SECLOHUM” yang artinya “NEW
WORLD ORDER” atau “TATA DUNIA BARU”
Nah loh!! Mau di jadikan apa kita sama orang-orang ZIONIS Yahudi itu??
Terus lihat yang ini!! Lambang bintang-bintang yang ada di atas kepala burung itu!
Bintang-bintang itu membentuk suatu lambang, yaitu lambang “DAVID STAR” lambang kebanggaan YAHUDI.
Oh iya, untuk diketahui nomor pesawat Flight 11 yang menabrak WTC adalah :
Q33NY
Coba di copy paste nomor ini ke OFFICE WORD dan diblok lalu ubah font-nya ke wingdings.
Nanti hasilnya seperti ini…

Artinya: PESAWAT >> MENABRAK 2 GEDUNG >> KORBAN BERJATUHAN >>> DAN PELAKUNYA ADALAH


Leave a comment

Cara Miliarder Top Dunia “Hamburkan” Uang


Sepak terjang para miliarder top dunia kerap mengundang perhatian. Bukan saja terkait dengan aksi besar bisnisnya, melainkan langkah-langkahnya di luar sektor usahanya.

Ketika seorang miliarder tiba-tiba membelanjakan uang dalam jumlah besar, ratusan miliar atau triliunan rupiah, sontak sorotan tajam media langsung tertuju padanya.

Sebut saja misalnya ketika taipan Roman Abramovich membeli klub sepak bola ternama Chelsea pada 2003, media pun memberitakan secara besar-besaran aksi tersebut.

Ada banyak cara yang dilakukan oleh para pemilik harta puluhan dan ratusan triliun di dunia dalam “menghamburkan” uang mereka. Bukan sekedar berapa yang dipakai untuk jamuan makan siang, pesta perkawinan atau membeli kapal pesiar, melainkan apa yang mereka lakukan dengan uang sebanyak itu.

Berikut ini cara-cara miliarder membelanjakan uang mereka:

Carlos Slim

Carlos Slim

Carlos Slim adalah taipan nomor wahid dunia dengan total harta US$53,5 miliar pada 2010. Pada awal September ini, dia membelanjakan duit sekitar US$1,4 miliar untuk membangun Plaza Carso, sebuah kompleks di Mexico City yang akan mencakup museum, bioskop, perumahan dan ruang komersial.

Proyek ini akan membenahi kawasan kumuh di ibukota yang sudah dipeloporinya sejak beberapa tahun lalu. Plaza Carso akan menjadi museum Soumaya dan diresmikan pada 20 November mendatang sebagai bagian dari peringatan dua abad Meksiko. Museum ini akan menampilkan koleksi 64 ribu karya seni, serta mempekerjakan 5 ribu orang karyawan secara langsung dan 15 ribu karyawan secara tidak langsung.

Roman Abramovich

Roman Abramovich & kapal pesiarnya

Dia adalah seorang pengusaha Rusia serta pemilik perusahaan investasi terkemuka. Ia terkenal sebagai sosok taipan dengan gaya hidup mewah. Pada 2009, dia mengejutkan media saat membeli sebuah rumah pribadi. Harganya termahal untuk sebuah rumah, yakni US$90 juta di St Barts. Ia juga dikenal memiliki simbol kemewahan lainnya, seperti kapal pesiar swasta terbesar di dunia, kawasan ski es di Colorado, tim sepak bola Inggris Chelsea, serta koleksi seni US$100 juta.

Untuk makan siang? Pada November 2009, Wall Street Journal pernah melaporkan Abramovich pernah larut dalam makan siang senilai US$52 ribu di New York City untuk dirinya dan sembilan tamu, termasuk tip US$12 ribu. Namun, juru bicara miliarder Rusia itu membantah kabar tersebut. Meski begitu, Abramovich juga dikenal aktif di kegiatan sosial. Pada 1999, di daerah dingin yang miskin di kawasan Siberia, Rusia, ia mendirikan yayasan amal untuk membangun pendidikan, rumah sakit dan perguruan tinggi guna membantu rakyat Okrug.

Li Ka-Shing

Li Ka-shing

Meski dikenal sebagai sosok miliarder dunia dengan total harta US$21,3 miliar, Li Ka Shing masih tetap dikenal sebagai sosok pribadi yang low profile dan bersahaja. Gaya hidup sederhana tak berubah, kemana-mana pergi tak meninggalkan kebiasaan lamanya, memakai sepatu hitam sederhana, pakaian hitam dan jam tangan murah merek Seiko. Meski begitu, ia sangat dikenal sebagai sosok filantropis sejati yang dermawan.

Menurut catatan Forbes, ia mendirikan Li Ka Shing Foundation pada 1980 dan mendonasikan US$500 juta untuk bidang kesehatan dan pendidikan. Pada 1981, ia menyumbang US$150 juta untuk pendirian Shanto University dekat kampung halamannya di Shantou, Guangdong, China. Pada 2002, ia mendirikan Cheung Kong School of Business di Beijing, sekolah bisnis swasta pertama di China. Pengajarnya, profesor kelas dunia dari sekolah bisnis top seperti Wharton, Stanford dan INSEAD.

Michael Bloomberg

Michael Bloomberg, pendiri Bloomberg L.P

Michael Bloomberg tergolong taipan yang kurang konvensional dalam membelanjakan uangnya. Pemilik kekayaan US$18 miliar itu menghamburkan duit yang tak sedikit untuk memenangkan pencalonan dirinya sebagai Walikota New York pada 2009. Menurut laporan AFP, Bloomberg menghabiskan US$1 juta per hari dalam pertarungan politik melawan saingannya. Catatan New York Times, Bloomberg juga mengeluarkan biaya besar dalam tiga pemilu sebelumnya.

Meskipun duit banyak membantunya dalam mempertahankan kursinya, Bloomberg secara rutin menjaga popularitasnya tetap tinggi dikalangan pemilih New York. Itu menunjukkan bukan sekedar uang dibalik kesuksesannya.

Warren Buffet

Warren Buffett

Pada 2008, Warren Buffet dinobatkan sebagai orang terkaya dunia versi Forbes dengan harta US$62 miliar. Meski begitu Buffet terkenal taipan yang hemat, bukan pemboros besar. Sepanjang karirnya, ia mengkritik belanja besar para CEO-nya, termasuk kritikan pada label US$100 juta jet pribadi perusahaan yang menurutnya “Tidak Bisa Dipertahankan.”

Meski duitnya ratusan triliunan rupiah, dia memilih hidup sederhana. Lantas untuk apa segunung uangnya digunakan? Pada 2006, Buffet memilih menyumbangkan 80 persen kekayaannya kepada Bill dan Melinda Gates Foundation. Pada saat itu, ia menyumbang sebesar US$30 miliar, donasi terbesar yang pernah ada.

Lakshmi Mittal

Lakshmi Mittal

Lakshmi Mittal adalah salah satu taipan papan atas dunia versi Forbes dengan total harta US$28,7 miliar pada 2010. Pada 2004, raja baja India dan CEO ArcelorMittal ini menikahkan putrinya selama enam hari berturut-turut bagi 1000 tamu undangan di Istana Versailles, termasuk bintang tenar Kylie Minogue. BBC memperkirakan biaya pernikahan tersebut lebih dari US$55 juta.

Larry Ellison

CEO Oracle, Larry Ellison ini memiliki kekayaan bersih sekitar US$28 miliar. Pada 2004-2005, ia membuat berita utama saat ia membeli lebih dari 12 properti di Malibu, California, termasuk hotel dan restoran dengan menghabiskan US$180 juta.

Ellison juga menghabiskan duitnya untuk mengakuisisi turnamen olahraga. Baru-baru ini, ia menggelontorkan US$100 juta untuk membeli laga Turnamen Tenis Terbuka BNP Paribas.