Beke000's Blog

Get Your Information


Leave a comment

Bahaya Polusi Kendaraan Bermotor


Jakarta selepas hujan diselimuti kabut. Terutama di sore hari. Terlihat dingin dan adem. Tapi jangan salah sangka. Itu bukan kabut alamiah. Kabut “buatan” yang berasal dari sisa pembakaran kendaraan bermotor anda.

Data Kompas menunjukkan sebesar 2-3 juta mobil berada di Kota Jakarta pada jam-jam kantor, dan sebesar 3-4 juta untuk motor. Jika separuh saja dari jumlah kendaraan bermotor tersebut menderu pada saat yang sama, berapa juta karbon monoksida (CO), nitrooksida (NOx), dan hidrokabon (HC) yang melayang-layang mencari mangsa di udara kota?

Ketiga jenis gas tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan. CO adalah gas beracun yang apabila terhirup berlebihan bisa menyebabkan kematian mendadak. Masih ingat peristiwa Mobil Mercy Pak Kyai beberapa bulan lalu? Kebocoran pada pipa knalpot berujung maut. Sisa pembakaran yang mengandung CO segera mencabuit nyawa seisi penumpang, berikut supirnya.

NOx dan HC sama beracunnya. Keduanya merusak paru-paru sedikit demi sedikit. Anda tentu tidak inginkan paru-paru bocor setelah sekian lama beraktivitas di jalan raya. Gejala kabut di sore hari dan selepas hujan adalah fenomena kimiawi beracun di angkasa kota Anda. Penyebabnya adalah dua jenis gar beracun ini. Jika volume gas NOx dan HC sudah demikian berat menggelayut di angkasa, maka hujan asam akan terjadi pula di atas atmosfir.

 

Itu belum bicara soal ozon. Sebagai informasi saja, pemanasan bumi saat ini (global warming) sudah menjadi kampanye internasional para aktivis dan pemerintah yang punya perhatian terhadap kerusakan lapisan pengaman bumi ini. Lapisan ozon merupakan pelindung di atmosfir kita yang mencegah pemanasan bumi dan mengurangi dampak sinar matahari yang bisa membahayakan kesehatan. Jika pemanasan bumi terus meningkat, maka permukaan laut akan meningkat akibat melelehnya salju abadi di kutub-kutub bumi. Sementara sinar ultraviolet dari matahari yang tidak terfiletr dengan baik oleh ozon bisa menyebabkan berbagai penyakit. Antara lain berupa kanker kulit yang akut. Faktanya, lubang ozon saat ini semakin melebar, dan upaya mencegahnya belumlah secepat dan sebesar tindakan merusak oleh tangan manusia.

Bahaya akibat racun sisa pembakaran dan pemanasan global demikian memaksa otoritas transportasi untuk menerbitkan regulasi terkait dengan pembatasan polusi di dunia. Saat ini pembatasan telah dibuat dengan ketat oleh berbagai institusi. Paling getol dan terkenal adalah The Euro Emission Regulation, US EPA, dan juga di Jepang dan Asia umumnya dengan aturannya masing-masing.

Perbedaan penerapan standar pembatasan ambang polusi di berbagai negara mengacu ke salah satu standar yang sudah ada. Untuk kasus Indonesia, dipakai standar Euro. Mulai Euro I, lalu kemudian Euro II sejak 2004. Sementara di negara-negara Eropa sana, sudah dipakai standar Euro III ke atas. Beberapa kendaraan mewah seperti Sedan Hi-Class, sudah mengadopsi standar Euro V.

Bagi kita negara dengan seribu masalah, konsen mengenai polusi masih kecil sekali. Baru belakangan pihak pemerintah meregulasi standar polusi kendaraan bermotor. Namun dari yang banyak kita baca di media dan dengarkan dari para pemakai kendaraan, infrastruktur pendukung dan law inforcement masih sangat rendah. Ujung-ujungnya, aturan tidak jalan dan para penguna kendaraan bermotor cuek-bebek. Padahal masalah polusi pada akhirnya adalah masalah bersama. Jika bukan diri sendiri, ya keluarga anda!

Bagi seorang bikers, di ujung semua ini, adalah ancaman bagi kesehatan. Sebab bikers merupakan orang yang lama, kalau bukan yang terlama, menghirup gas beracun di jalan raya.


Leave a comment

Dampak positif dan negatif mie instant


Mie instan di klaim oleh beberapa pihak sebagai jenis makanan yang berbahaya karena mengandung lapisan lilin pada mie-nya. Lapisan ini sulit di cerna oleh tubuh dan perlu waktu sedikitnya dua hari sampai dapat dikeluarkan dar tubuh. Oleh karena itu, pihak-pihak yang mengklaim hal tersebut menghimbau agar masyarakat setidaknya memberi jarak 2 hari setelah mengkonsumsi mie instan sampai memakannya lagi. Mereka juga menyebutkan, konsumsi mie instan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kanker karena tumpukan lilin di saluran pencernaan.

Berikut penjelasan dari informasi diatas:

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsinya

Penggunaan lilin sebagai pelapis produk mie yang telah diijinkan oleh FDA adalah penggunaan natural waxes yang terbuat dari food-grade vegetable (Jojoba oil, bayberry, castor, rice bran, soy wax), petroleum (Parafin, microcrystalline, petroleum jelly), beeswax (lilin yang dihasilkan oleh lebah), shellac- based wax (lilin yang dihasilkan oleh sejenis serangga Kierra Lacca) atau resin (lilin yang dihasilkan oleh jenis-jenis tumbuhan tertentu).

Lilin-lilin diatas banyak digunakan di dalam industri makanan, biasanya sebagai pelapis buah-buahan agar tetap segar dan tidak mudah busuk selama melalui pengangkutan dari kebun, pasar sampai meja makan pembeli. Selain itu, kemungkinan besar industri jenis makanan lain (termasuk disini mie instan) menggunakan salah satu diantaranya untuk melapisi produknya agar tidak lengket saat dimasak.

Yang perlu diperhatikan disini adalah penggunaan petroleum sebagai pelapis makanan. Petroleum adalah campuran kompleks zat hidocarbon dalam berbagai berat jenis. Hidrocarbon adalah campuran hidrogen dan carbon. Menurut beberapa penelitian yang pernah saya baca dan informasi kesehatan lain yang saya dapat, hidrokarbon dapat memicu timbulnya kanker karena menginduksi perubahan atau mutasi gen.

Selama ini kita tidak tahu, jika benar para produsen makanan tersebut menggunakan lilin sebagai pelapis produknya, lilin jenis apa yang digunakan, apakah petroleum atau jenis alami yang lain. Oleh karena itu, sebaiknya berhati-hati.

Disamping penggunaan lilin, kita juga harus memperhatikan penggunaan pewarna pada produk mie instan. Yang biasa kita temui adalah penggunaan warna kuning buatan, tartrazine. Pewarna buatan ini mempunyai beberapa efek samping negatif terhadap kesehatan berhubungan dengan penyakit asma. Mungkin sebagai konsumen, kita dapat memilih produk-produk makanan yang menggunakan pewarna alami seperti beta caroten (pewarna kuning alami). Selain pewarna, kita juga harus memperhatikan penggunaan MSG dan kadar natrium total pada mie instan yang biasanya mencapai sekitar seribu miligram. Kita semua pasti tahu, bahwa kadar garam yang terlalu tinggi tidak baik bagi penderita hipertensi, jantung dan ginjal.

Beberapa hal positif darinya

Kebanyakan produk-produk mie instan telah melalui proses fortifikasi (seperti yang sudah pernah dibahas), yakni proses penambahan mikronutrien ke dalam produk. Mikronutrien ini seperti misalnya zat besi, asam folat, niasin, vitamin dan mineral seperti kalsium.

Baru-baru ini telah diperkenalkan jenis mie instan baru yang justru dapat membantu orang-orang yang mengalami kegemukan atau ingin berdiet, menurunkan berat badannya. Mie instan tersebut adalah mie yang menggunakan pectin sebagai salah satu bahan dasarnya.

Pectin adalah polisakarida linear yang terutama terdiri dari asam galacturonic dan turunannya. Saat zat ini berada di dalam lambung dan terisi cairan, ia akan mengembang dan mengisi penuh perut, dan konsistensinya membuat lama berada dalam saluran pencernaan, sehingga memperlambat timbulnya rasa lapar.

Menurut penelitian, serat pectin dapat mengurangi absorbsi pada saluran pencernaan sehingga menurunkan level kolesterol darah, meningkatkan peristaltik usus, mengurangi konstipasi dan mengurangi resiko kanker saluran cerna.

Hasil dari penelitian Instant Noodles with pectin for Weight Reduction menyebutkan bahwa efikasi penurunan berat badan dan pembentukan postur tubuh pada penggunaan mie instan dengan pectin lebih baik daripada mie instan dengan formula standar (tanpa pectin).

Dari beberapa ulasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa konsumsi mie instan tidak sepenuhnya berbahaya, bahkan bermanfaat selama dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan.